Kamis, 29 November 2012
Tugas 2 Pengantar Telematika
Senin, 26 November 2012
Tugas 1 Pengantar Telematika
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
a. Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
b. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Jadi telematika itu sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika yaitu internet.
Istilah telematika juga sering dipakai untuk beberapa macam bidang, seperti :
Selasa, 30 Oktober 2012
Tugas Bahasa Indonesia 1
Minggu, 22 Juli 2012
Pengertian dan Contoh dari Proposisi, Premis, Term dan Penalaran
Penalaran Induktif
- Metode Induktif
Senin, 19 Maret 2012
Tugas Penalaran Deduktif
Kelas : 3ka26
Npm : 11109134
Dosen : Budi Santoso
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)
Bentuk silogisme
- Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
- Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.
Misalnya:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.
Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis 2 : Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.Silogisme Standar
Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.
Proposisi 1 dan 2 adalah premis
Proposisi 3 adalah konklusi
Contoh:
“Semua pahlawan adalah orang berjasa
Kartini adalah pahlawan
Jadi: Kartini adalah orang berjasa”.
Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi duaJumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini.
Masing-masing term digunakan dua kali.
Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)
Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)
Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi.
Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi).
Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama.
Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua.
Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjadi term subyek dalam kesimpulan
Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M).
Karena M = P; sedang S = M; maka S = P
Premis mayor M = P M = term antara
Premis minor S = M P = term mayor
Kesimpulan S = P S = term minor
Hukum-hukum Silogisme
a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:
- Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
- Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
- Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
- Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.
- Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
- Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
- Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
- Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.
Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.
Contoh:
“Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.
Bentuk standar:
“Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.
Kamu adalah orang yang bekerja disiplin.
Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.
http://nopi-dayat.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif.html
Rabu, 05 Oktober 2011
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tugas Bahasa Indonesia
"Dengan menyesal kami mencapai titik di mana kami tidak mampu membuka training camp sesuai waktu dan harus membatalkan pertandingan pra musim pekan pertama. Ke depannya kami akan membuat keputusan lebih lanjut," terang Wakil Presiden NBA, Adam Silver, seperti diberitakan CNN.
Penundaan pemusatan latihan dan pertandingan pra musim masih disebabkan terjadinya lockout di NBA. Asosiasi Pemain dan Perkumpulan Pemilik Klub belum mencapai kata sepakat terkait hal-hal finansial untuk musim mendatang.
Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal Juli lalu dan diprediksi masih butuh waktu panjang untuk bisa tuntas. Selama periode lockout pemain tidak akan menerima gaji, tim tidak diizinkan untuk bernegosiasi, mendatangkan, atau bertukar pemain.
Pembatalan pra musim dan penundaan pemusatan latihan terpaksa terjadi setelah negosiasi terakhir yang dilakukan pada Kamis (22/9/2011) lalu tetap tak membuahkan hasil. Meski begitu kedua pihak yang berseberangan berjanji akan menggelar negosiasi lanjutan secepatnya karena mereka juga masih berharap kompetisi reguler akan dimulai sesuai jadwal pada 1 November.
Senin, 28 Maret 2011
Kurva Indiference 2
Konsumen akan memperoleh kepuasan maksimum jika ia mengkonsumsi seluruh penghasilannya untuk membeli dan mengkonsumsi kombinasi barang/jasa di mana garis anggaran bersinggungan dengan kurva indifference.
¯ Perubahan Harga Barang
Apabila terjadi perubahan harga barang yang dibeli konsumen, maka perubahan harga ini akan tampak pada perputaran garis anggaran /BL.\, sehingga akan berakibat adanya persinggungan yang baru antar garis anggaran yang baru dengan kurva tak acuh lain. Lihat gambar !
Pergeseran titik keseimbangan konsumen ini disebut dengan efek harga (price effect), yang disebakan oleh adanya dua kekuatan, yaitu:
1. Efek pendapatan (income effect)
2. Efek substitusi (substitution effect)
Efek pendapatan
* dengan turunnya harga barang A, maka pendapatan riel konsumen meningkat. Oleh karena itu konsumen cenderung meningkatkan barang yang dikonsumsinya, apabila barang tersebut merupakan barang normal.
Pergeseran garis dari I/PB – I/PA menjadi I’/PB – I’PA1’
Dan garis anggaran baru ini menyinggung kurva tak acuh KT2 pada titik G. Jadi titik keseimbangan geser dari titik E ke titik G (yang disebut efek pendapatan
Efek substitusi
* adanya kecenderungan konsumen untuk mengkonsumsi barang yang harganya lebih murah guna menggantikan barang yang harganya relatif lebih mahal.
Titik keseimbangan bergeser dari titik G ke titik F (yang disebut efek pendapatan).
Apabila terjadi perubahan harga barang yang dibeli konsumen secara terus menerus, maka konsumen akan pindah dari titik keseimbangan yang satu ke titik keseimbangan yang lain, dan apabila titik keseimbangan yang itu dihubung-hubungkan, maka akan diperoleh kurva konsumsi harga / KKH (Price Consumption Curve = PPC)
Kurva Konsumsi Harga:
* kurva yang menghubungkan titik-titik keseimbangan konsumen apabila terjadi perubahan harga salah satu barang yang dikonsumsi dengan pendapatan konsumen dan harga barang lain tetap.

° Perubahan Pendapatan
Apabila tingkat pendapatan konsumen berubah, namun harga barang yang dikonsumsi tetap, maka garis anggaran akan mengalami pergeseran, yakni sejajar dengan garis anggaran semula.
Gambar 3.8 menunjukkan:
Dengan meningkatnya pendaptan konsumen garis anggaran pindah dari I0/PB0 - I0/PA0 ke I1/PB1 – I1/PA1. Apabila titik keseimbangan konsumen E dan F kita hubungkan, maka kita memperoleh apa yang kita sebut dengan kurva konsumsi pendapatan / kurva konsumsi penghasilan / KKP ( Income Consumption Curve = ICC).
Kurva Konsumsi Pendapatan:
* kurva yang menghubungkan titik-titik keseimbangan konsumen apabila terjadi perubahan pendapatan pada tingkat harga barang yang tidak berubah.
C. Pendekatan Atribut
Diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster (1966)
Pendekatan ini menggunakan analisis kepuasan sama digabung dengan analisis kurva tak acuh.
Asumsi:
Perhatian konsumen bukan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, melainkan lebih pada atribut barang yang bersangkutan.
Atribut: jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau kepemilikan barang tersebut. Cth: Atribut sebuah mobil di antaranya meliputi jasa pengangkutan, prestise, privasi, keamanan, dsb.


Minggu, 27 Maret 2011
Kurva Indiference

| TITIK | JUMLAH BAJU | JUMLAH CELANA | TINGKAT PENGGATIAN |
| A B C D E | 12 10 8 13 4 | 2 3 5 8 9 | 8/2 = 4,0 6/2 = 3,0 3/1 = 3,0 2/2 = 1,0 |
KOMBINASI BAJU DAN CELANA YANG MEMBERIKAN KEPUASAN SAMA
Semua titik-titik tersebut menggambarkan bahwa kombinasi berapun akan memberikan kepuasan yang sama. Jika konsumen menggunakan 12 baju dan 2 celana kepuasannya akan sama dengan menggunakan 13 baju dan 8 celana. Tingkat penggantian menggambarkan bahwa kenaikan tingkat menggunakan baju dari 2 menjadi 3 harus mengurangi menggunakan baju 12 menjadi 10.
Jika seorang konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu dan membelanjakan seluruhnya untuk baju, maka baju yang diperoleh sebanyak M / Pn atau membelanjakan untuk celana seluruhnya M / Pr atau membelanjakan berbagai kemungkinan kombinasi baju dan celana yang di tunjukan oleh garis lurus yang menghubungkan M /Pn dan M/Pr.

