Steven Jaconias Davidsz

Selasa, 01 Maret 2011

Kesatuan yang utuh

segelas minuman dingin yang segar awalnya terdiri dari dua bahan yang berbeda. Ia merupakan campuran antara beberapa sendok sirop dengan segelas air es. Setelah di auk merata jadilah ia segelas minman dingin yang segar. Keduanya telah menyatudan tidak mungkin lagi di pisahkan.
Begitulah adanya suatu perkawinan. Dua insan yang berbeda dipertemukan dan disatukan tuhan menjadi kesatuan yang utuh. Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Menyatukan dua insan yang berbeda memerlukan campur tangan tuhan seperti menyatukan sirop dengan air yang memerlukan campur tangan manusia untuk mengaduknya. Banyak sekali perbedaan yang ada: kebiasaan dalam keluarga, pendidikan, hoby, cita – cita, minat, dan lain – lain. Yang satu menyukai musik klasik yang lain musik pop, yang satu gemar film action yang lain film drama...
Jika perkawinan hanya di pandang sebagai keinginan dua insan untuk hidup bersama rasanya memang sulit untuk menyatukan perbedaan yag ada. Dalam pandangan kristen, perkawinan adalah rencana dari kehendak tuhan. Segala perbedaan yang ada dapat di atasi dengan mengundang campur tangan tuhan. Anda bagaikan tanah liat yang ada di tangannya. Mintalah tuhan membentuk anda dan pasangan anda menjadi kesatuan yang utuh. Anda dan pasangan harus bersedia untuk di bentuk oleh tuhan. Mintalah juga agar anda mampu untuk menerima pembentukannya
Perkawinan adalah karya tuhan yang maha agung. Di dalamnya terkandung maksud tuhan agar cinta kasihnya dapat di nikmati dan namanya di muliakan.

0 komentar:

Poskan Komentar